Depok, 4 November 2025- konferensi pers yang dipaparkan oleh pemateri yaitu Anggun Yudia Lestari dan Calista Evanglis dengan tema Literasi Membaca di Kalangan Mahasiswa yang digelar di Gedung Teknik Grafika dan Penerbitan Ruang 313 Politeknik Negeri Jakarta. Konferensi pers ini membahas pentingnya literasi membaca di kalangan Mahasiswa, penyebab rendahnya minat baca mahasiswa, serta peran pemerintah dan kampus dalam meningkatkan minat literasi pada lingkungan kampus.
Dari tahun
2020 sampai 2024 terkait angka minat literasi Pemuda Indonesia. BPS menyatakan,
presentase kenaikan angka minat literasi Pemuda Indonesia pada usia
16-30 tahun itu berawal dari 99,67% di tahun 2020 dan telah mencapai 99,79% di
tahun 2024.
Kondisi literasi
di kalangan Mahasiswa saat ini. Tujuh PTS di Yogyakarta Tingkat kemampuan
membaca mahasiswa memiliki skor rata-rata 71,29 (skor terendah 12,00 dan skor
tertinggi 100,00). Universitas Negeri Yogyakarta Sangat rendah: 36,5% mahasiswa
membaca 10-15 menit per hari, 34,1% membaca 5-10 menit, 15,3% 15-30 menit,
hanya 4,7% yang lebih dari 30 menit. Universitas Bengkulu Nilai indeks
“Aktivitas Literasi Dasar Membaca” untuk mahasiswa dengan kategori “sangat
tinggi” pada keseluruhan aspek. Universitas Muslim Indonesia 56,4% memiliki
minat baca dalam kategori tinggi, 17,1% dalam kategori sangat tinggi, dan 26,5%
dalam kategori sedang. Berikut ini adalah beberapa penyebab rendahnya literasi
membaca di kalangan Mahasiswa menurut Anggun Yudia Lestari antara lain “kebiasaan
Mahasiswa membaca hanya bila ada tugas saja bukan atas keinginan sendiri dan teknologi
digital membuat kebiasaan membaca dengan teliti menurun, bisa juga dari lingkungan,
suasana, dan fasilitas yang kurang mendukung serta kurangnya dukungan keluarga
dan pengaruh sosial budaya” ujarnya.
Penyebab dan kasus umum rendahnya literasi menurut pemateri, rendahnya literasi membaca mahasiswa disebabkan oleh beberapa factor. Kesulitan memahami materi Mahasiswa hanya mengandalkan slide PowerPoint dosen tanpa membaca materi tambahan di luar dari yang diberikan dosen. Keterampilan menulis Ilmiah yang Lemah sering dibuat asal jadi dan mengambil sumber dari blog, media sosial dan wikipedia tanpa memperhatikan isi materi secara keseluruhan.
Solusi
dari pemateri antara lain Mahasiswa dan Kampus Membentuk forum diskusi,
kelompok baca, klub buku dan sebagainya untuk mendorong literasi membaca yang
tentunya difasilitasi oleh kampus. Pemerintah Tetap mendorong dan semakin
mengembangkan program literasi seperti Gerakan Indonesia Membaca (GIM), Gerakan
Nasional Literasi Digital, dan lainnya yang sudah berjalan.
Kesimpulan
nya Mahasiswa, pihak kampus, dan pemerintah perlu lebih peka dan saling bekerja
sama untuk meningkatkan minat baca di kalangan mahasiswa saat ini.


















