Jakarta — Suasana Taman Ismail Marzuki tampak ramai pada Jumat, 10 Oktober 2025. Sejak pagi hingga malam, pengunjung silih bergantian menghadiri berbagai sesi diskusi, pemutaran film, dan pertunjukan seni dalam rangkaian Madani Fest 2025 yang berlangsung dari 8–12 Oktober 2025.
Tahun ini, Madani Fest mengusung tema “Misykat (Ceruk Cahaya)”. Tema ini menjadi ajakan untuk menyalakan harapan di tengah gelapnya konflik, termasuk genosida yang masih terjadi di Palestina.
Setiap sesinya menghadirkan tema yang berbeda-beda, membahas isu sosial, budaya, dan kemanusiaan dari berbagai perspektif. Pada pukul 16.00–17.00, misalnya, diadakan sesi berjudul “Cahaya Pemikiran Nurcholish Madjid untuk Menrangi Indonesia Gelap” yang menyoroti warisan pemikiran Cak Nur sebagai inspirasi moral dan intelektual bagi bangsa.
Rangkaian acara tersebar di berbagai tempat, mulai dari Aula PDS HB Jassin lantai 4, Teater Wahyu Sihombing, hingga Studio Asrul Sani. Selain bersantai, para pengunjung juga diajak menonton film dan menikmati kegiatan seni yang menggugah refleksi.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mizan, dan Pabrikultur, serta didukung oleh berbagai media ternama seperti Kompas, Tempo, dan Republika dan masih banyak lagi.
Melalui Madani Fest 2025, cahaya pengetahuan dan kemanusiaan dinyalakan kembali untuk sebuah upaya menumbuhkan empati, harapan, dan semangat perubahan di tengah kegelapan zaman.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar