Sumber: Dokumen Pribadi
Menurut sumber komunitas dalam sebuah konferensi pers ia mendapatkan sumber dari Badan Pusat Statistik (BPS):
1. 7 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) Di Yogyakarta memiliki skor rata-rata 71,29% dari 12,00 skor terendah dan 100,00 skor tertinggi..
2. Lalu universitas negeri yogyakarta masih memiliki tingkat baca yang sangat rendah dengan angka 36,5% dalam waktu membaca 10-15 menit per-hari.
3. Lalu salah satu perguruan tinggi swasta (PTS) Universitas Muslim Indonesia memiliki skar 56,4% dengan kategori yang tinggi dalam hal minat baca, 17,1% dalam kategori sangat tinggi. dan 26,5% dalam kategori sedang.
4. Universitas Bengkulu memiliki nilai indeks yang sangat tinggi dalam hal aktivasi literasi dasar membaca untuk mahasiswa pada keseluruhan aspek.
Komunitas tersebut juga menyatakan bahwa mahasiswa akan membaca apabila ada tugas bukan karena keinginan sendiri dan teknologi digital membuat mahasiswa membaca hanya yang singkat tetapi tidak memahami makna dari bacaan tersebut. Lalu keterampilan menulis ilmiah yang lemah serta kurang minatnya gerakan literasi membaca maka mahasiswa tersebut dinyatakan gagal.
Kasus umum yang sering terjadi dalam hal literasi membaca antara lain:
1. Kesulitan memahami materi
2. Keterampilan menulis ilmiah yang lemah
3. Bergantung pada medsos untuk informasi
Berdasarkan sumber dari kementrian komunitas digital menyatakan bahwa negara Indonesia adalah negara yang memiliki peringkat 60 dari 61 negara dalam hal minat baca.
komunitas tersebut memberikan solusi dengan membentuk forum diskusi, kelompok baca, klub buku, dan lain sebagainya, selain hal itu pemerintah juga harus tetap mendorong dan mengembangkan program yang efektif dalam hal literasi membaca.
Dalam hal ini literasi membaca merupakan pondasi penting bagi mahasiswa untuk menambah wawasan bukan hanya sekedar menyelesaikan tugas kuliah agar mahasiswa dapat berpikir kritis dan kreatif.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar