Sumber: Indonesia Kaya - https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/mempelajari-keramahan-dan-kearifan-lokal-suku-kajang-ammatoa-bulukumba/?utm_source=chatgpt.com
Senin, 13 Oktober 2025
MENOLAK MODERNISASI DEMI ALAM: KEARIFAN SUKU KAJANG DI BULUKUMBA
SEMANGAT BELAJAR DI RUANG DARURAT
Dalam tenda berukuran besar itu, siswa-siswi duduk di bangku belajar seperti biasa. Mereka tetap mengenakan seragam lengkap, mendengarkan penjelasan guru di depan kelas. Meski fasilitas terbatas, proses belajar tetap berjalan. Tenda tersebut merupakan bantuan dari Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi, seperti terlihat dari tulisan "KEMENDIKBUD RISTEK" yang terpasang di bagian depan tenda.
Fariza Mufida, siswi kelas 10, terlihat duduk bersama kelompok belajarnya di atas tikar sederhana. Sambil menulis, ia sesekali menyeka keringat di dahi. “Di tenda itu panas banget, soalnya langsung kena sinar matahari. Kalau di luar lebih adem, angin nya juga sepoi-sepoi,” ujarnya, Senin (15/9).
Meski harus belajar tanpa fasilitas lengkap. Firza merasa justru merasa pengalaman ini memberi warna baru . “Seru aja sih, soalnya bareng temen-temen juga. Jadi rasanya beda, lebih menyenangkan,” tambahnya. Hal senada diungkapkan Dehan Bastian, siswa lain yang juga memilih belajar di luar tenda. Baginya, ruang kelas tentu jauh lebih nyaman karena dilengkapi kipas angin. Namun, di ruang terbuka menghadirkan pengalaman yang tak kalah berkesan. “Kalau di luar, suasananya lebih adem, lebih asik. Kita bisa dapet hal-hal baru juga,” kata Dehan.
Kadang siswa cepat merasa lelah karena panas, keringetan, mencairkan suasana (belajar) di luar, di bagi per grup,” kata Afif. Ia mengatakan,metode belajar di luar kelas untuk membantu siswa agar tidak cepat bosan dan kehilangan tenaga karena terlalu berkeringat ketika belajar di tenda darurat.
“Sebenarnya sebelum ada musibah (kelas ambruk) juga sering di luar, jadi ketika ada musibah seperti ini, terus kita harus di tenda, jadi dengan adaptasi siswa pindah atau pergrup di luar ya udah biasa, sudah tidak terlalu kaget.” Ungkapnya. Ia mengungkapkan, perbedaan kegiatan belajar mengajar di kelas atau di tenda darurat, salah satunya adalah lebih cepat lelah karena terlalu berkeringat, dan suara saat mengajar harus lebih keras karena situasi tenda yang tidak kedap terhadap suara.
Hal tersebut dilakukan karena banyak siswa-siswi yang mengeluh panas belajar dalam tenda darurat. Sebelum peristiwa kelas ambruk terjadi, murid SMKN 1 Cileungsi memang sudah terbiasa untuk belajar di luar kelas untuk mencari suasana baru.
Kemenangan Manis di Tanah Thailand Mengantarkan Persib ke Klasemen 2 Grup G ACL 2
Bogor, 1 Oktober 2025- Pertandingan kedua Grup G ACL 2 Persib Bertandang ke Bangkok, meskipun bermain di tandang lawan yaitu di BG Stadium Thailand, Pangeran Biru tak gentar dengan sorakan suporter lawan, sebagai jawara Liga Indonesia Persib menunjukan mental juara.
Di bawah arahan pelatih Bojan Hodak, Persib tak terlalu dominan dalam penguasaan bola, mereka bermain sabar dan menunggu Bangkok United melakukan kesalahan untuk melakukan serangan balik cepat, taktik ini terbukti berhasil, menjelang akhir babak pertama Gol pembuka datang pada menit-42 lewat skema serangan balik cepat, Uilliam Baros yang menggiring bola dengan cepat di sisi kanan langsung mengirimkan umpan datar akurat ke depan gawang, yang langsung di eksekusi dengan tenang oleh Andre Jung. Gol perdananya di Asia menunjukan ketajaman sang penyerang.
Bangkok United yang diperkuat oleh bek kiri Timnas Indonesia Pratama Arhan, semakin frustrasi di babak kedua. Mereka menyerang secara terus-menerus, namun kokohnya pertahanan Persib dan penampilan celemerlang kiper Teja Paku Alam dibawah mistar gawang berhasil mematahkan setiap upaya Bangkok United untuk mencetak Gol.
Kemenangan Pangeran Biru di tutup manis pada menit ke-71. Kali ini, Uilliam Barros yang tampil memukau. Tendangan kerasnya bersarang ke pojok kiri gawang lawan, sekaligus mengunci skor 2-0 yang bertahan hingga peluit panjang dibunyikan.
Dengan hasil ini membawa Persib mengoleksi 4 poin dari dua pertandingan (satu kali imbang dan satu kali menang). Perolehan poin ini sama persis dengan yang dimiliki oleh pemuncak klasemen, Lion City Sailors yang pada hari yang sama menang telak 4-2 atas Selangor FC.
Berhasil membawa pulang 3 poin dari Thailand ini bukanlah hal yang mudah. Kemenangan ini menunjukan bahwa Persib siap memberikan kejutan dan membawa nama Indonesia bersinar di pentas sepak bola Asia. Perjalanan masih panjang dan Persib harus tampil lebih baik pada pertandingan berikutnya untuk melaju lebih jauh di ACL 2.
Crochet Jadi Pilihan Anak Muda Untuk Isi Waktu Luang
Antara Kopi dan Matcha: Cita Rasa Baru Generasi Z
Beberapa tahun terakhir, budaya ngopi di kalangan anak muda semakin kuat. Coffee shop menjamur di berbagai kota, menawarkan suasana nyaman dan estetik. Namun, di tengah dominasi kafein, matcha perlahan mulai mencuri perhatian. Warnanya yang menenangkan dan kesan sehat membuatnya populer di media sosial, terutama di kalangan Gen Z yang peduli dengan citra diri dan keseimbangan hidup. Matcha dianggap sebagai alternatif yang lebih lembut dibanding kopi. Jika kopi identik dengan dorongan energi dan aktivitas, matcha justru memberi kesan tenang dan penuh kesadaran.
Tidak heran jika di TikTok dan Instagram banyak konten menampilkan rutinitas pagi dengan matcha latte, lilin aromaterapi, dan musik lofi. Semuanya menggambarkan semangat hidup yang lebih pelan, sadar, dan estetik.
Kedua minuman ini akhirnya menjadi simbol dua sisi kehidupan Gen Z, sibuk tetapi ingin tetap tenang, dan aktif tetapi juga butuh ruang untuk berhenti sejenak. Baik kopi maupun matcha menjadi cara untuk mengekspresikan identitas, kadang melalui foto di kafe, kadang lewat rutinitas sederhana di rumah.
Fenomena ini menunjukkan bahwa tren tidak selalu dangkal. Dibalik itu tersimpan makna tentang bagaimana generasi muda menafsirkan keseimbangan hidup. Mereka tidak lagi ingin sekadar terus bekerja, tetapi juga berhenti sejenak untuk bernapas. Mungkin di antara busa matcha dan pahitnya espresso, Gen Z sedang mencari sesuatu yang lebih dari sekadar rasa, yaitu cara untuk tetap waras dan menemukan diri sendiri di tengah hiruk pikuk kehidupan modern.
Sekali Tap Langsung Hilang: Dompet Aman, Saldo Kritis
Depok - Hidup di era digital membuat segala hal terasa lebih mudah, termasuk dalam urusan pembayaran. Kini, hampir semua transaksi bisa dilakukan hanya dengan satu sentuhan layar. Tidak perlu lagi membawa uang tunai, cukup memindai kode dan pembayaran selesai dalam hitungan detik.
Namun, di balik kemudahan itu, muncul kebiasaan baru yang secara perlahan mengubah cara masyarakat mengelola uang. Banyak orang mulai menyadari bahwa bertransaksi tanpa uang fisik sering kali membuat pengeluaran menjadi tidak terasa. Nilai uang seakan kehilangan “bentuk” ketika semuanya hanya berupa angka di layar ponsel.
Fenomena ini sering disebut sebagai “invisible spending” yakni dimana pengeluaran yang terjadi tanpa disadari karena tidak ada proses fisik dalam membayar. Ketika transaksi dilakukan secara digital, rasa kehilangan saat mengeluarkan uang pun berkurang. Akibatnya, seseorang bisa dengan mudah menghabiskan saldo tanpa menyadari seberapa banyak yang telah dikeluarkan.
Kemudahan bertransaksi ini juga diperkuat oleh berbagai promo dan cashback yang ditawarkan aplikasi pembayaran digital. Potongan harga dan program diskon membuat pengguna merasa seolah berhemat, padahal sering kali justru mendorong pengeluaran yang lebih besar.
Meski demikian, sistem pembayaran digital tetap memiliki banyak manfaat. Selain lebih efisien dan aman, cara ini juga mendukung perkembangan ekonomi modern yang serba cepat. Hanya saja, di tengah kenyamanan itu, kesadaran finansial menjadi hal yang perlu dijaga.
Era cashless memang membuat hidup lebih praktis, tetapi juga menuntut kemampuan baru untuk mengendalikan diri. Sebab terkadang, uang tidak benar-benar hilang begitu saja tetapi hanya berpindah terlalu cepat tanpa sempat disadari.
Madani International Film Festival 2025: Narasumber Berhalangan, Tetapi Acara Terus Berlanjut
10 Oktober 2025
Jakarta, 10 Oktober 2025 - Madani Internasional Film Festival 2025 yang diadakan di Taman Ismail Marzuki, tepatnya di Aula Gedung Perpustakaan HB Jassin, kegiatan ini diselenggarakan selama 2 hari dengan mengangkat tema "Misykat (Ceruk Cahaya)".
Acara dimulai dengan sambutan dari Omi Komaria Madjid, sebagai pembuka sesi acara, yang menekankan pemikiran dari peran Cak Nur terhadap pembaruan Islam. Suasana acara membuat para pengunjung kembali mengingat dengan menengok pidato kebudayaan Cak Nur yang menerangi Indonesia "gelap".
Sesi acara setelah sambutan adalah Pidato Kebudayan "Menengok 55 Tahun Pidato Pembaruan Islam Cak Nur: Energi Perubahan dari Taman Ismail Marzuki" yang menghadirkan Dr. Budhy Munawar Rachman sebagai narasumber dan bintang tamu acara dan didampingi oleh Fachrurozi Majid sebagai moderator pada sesi ini. Menurut dugaan setempat, setelah di tunggu selama 20 menit bintang tamu berhalangan hadir dikarenakan terjebak macet, sehingga acara yang sudah terjadwalkan berlanjut dengan Fachrurozi Majid, moderator acara, yang mengambil alih acara. mengangkat judul "Cahaya Pemikiran Nurcholish Madjid (Cak Nur) Untuk Menerangi Indonesia 'Gelap'."
Fachrurozi menekankan bahwa Cak Nur adalah sosok yang tidak hanya membicarakan agama dalam kerangka doktrinal yang sempit, tetapi menghidupkan sebagai energi moral, intelektual, dan spiritual untuk menjawab persoalan konkret masyarakat. "Istilah yang Cak Nur pakai 'sesungguhnya agama yang diterima oleh Allah adalah agama yang lapang dan toleran'" ujar Fachrurozi.
Sesi acara berakhir dengan Fachrurozi yang menekankan para pengunjung terkait agama bukan sekedar alat perebutan kekuasaan, tetapi sumber cahaya yang menuntun bangsa menuju keadilan dan persaudaraan.
GEDUNG
SERBAGUNA PNJ DIALIHFUNGSIKAN SEBAGAI MASJID DARUL ‘ISMI
Depok, 13 Oktober -- Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Jakarta (PNJ) menjadi
tempat sementara untuk beribadah umat islam di Politeknik Negeri Jakarta.
Menurut dari postingan akun resmi Instagram Politeknik Negeri Jakarta, renovasi Masjid Darul ‘Ilmi sudah dilakukan sejak 20 Januari 2025. Di sebelah kiri dari pintu utama Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Jakarta yang kini menjadi tempat beribadah sementara umat islam di Politeknik Negeri Jakarta.
Terdapat tempat untuk
berwudhu bagi umat islam di Politwknik Negeri Jakarta. Dan di dalam Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Jakarta ada sebuah
tirai yang menutupi sebagian area gedung yang terletak di sebelah kanan dari
pintu depan yang diperuntukan untuk jamaat wanita.
hngga saat ini renovasi masjid Darul 'Ismi masih dalam tahap proses, yang menjadikan Gedung Serbaguna Politeknik Negeri Jakarta dialihfungsikan
sementara sebagai tempat ibadah salat sampai dengan proses pembangunan selesai.
Surya Kencana Bogor Yang Juga Dikenal Sebagai Pusat Kuliner dan tempat wisata Kota Bogor
Madani Fest 2025: Menyalakan Harapan di Tengah Tantangan Zaman
Jakarta — Suasana Taman Ismail Marzuki tampak ramai pada Jumat, 10 Oktober 2025. Sejak pagi hingga malam, pengunjung silih bergantian menghadiri berbagai sesi diskusi, pemutaran film, dan pertunjukan seni dalam rangkaian Madani Fest 2025 yang berlangsung dari 8–12 Oktober 2025.
Tahun ini, Madani Fest mengusung tema “Misykat (Ceruk Cahaya)”. Tema ini menjadi ajakan untuk menyalakan harapan di tengah gelapnya konflik, termasuk genosida yang masih terjadi di Palestina.
Setiap sesinya menghadirkan tema yang berbeda-beda, membahas isu sosial, budaya, dan kemanusiaan dari berbagai perspektif. Pada pukul 16.00–17.00, misalnya, diadakan sesi berjudul “Cahaya Pemikiran Nurcholish Madjid untuk Menrangi Indonesia Gelap” yang menyoroti warisan pemikiran Cak Nur sebagai inspirasi moral dan intelektual bagi bangsa.
Rangkaian acara tersebar di berbagai tempat, mulai dari Aula PDS HB Jassin lantai 4, Teater Wahyu Sihombing, hingga Studio Asrul Sani. Selain bersantai, para pengunjung juga diajak menonton film dan menikmati kegiatan seni yang menggugah refleksi.
Festival ini merupakan hasil kolaborasi antara Dinas Kebudayaan DKI Jakarta, Mizan, dan Pabrikultur, serta didukung oleh berbagai media ternama seperti Kompas, Tempo, dan Republika dan masih banyak lagi.
Melalui Madani Fest 2025, cahaya pengetahuan dan kemanusiaan dinyalakan kembali untuk sebuah upaya menumbuhkan empati, harapan, dan semangat perubahan di tengah kegelapan zaman.
Album ‘The Life of a Showgirl’ Tuai Pujian dan Kritik Netizen
Jakarta ─ Taylor Swift kembali jadi perbincangan hangat di kalangan penggemar musik. Melalui album terbarunya yang berjudul “The Life of a Showgirl,” penyanyi asal Amerika itu mencoba menghadirkan sisi baru dari dirinya yang lebih berani dan tentunya berbeda dari album-album sebelumnya.
Sejak dirilis pada 3 Oktober 2025 lalu, album ini langsung ramai dibahas di berbagai platform media sosial. Banyak penggemar mengapresiasi konsep baru album yang lebih berani dan visual, namun tak sedikit pula yang menganggap lagu-lagunya di album kali ini justru kehilangan gaya lirik puitis sederhana serta emosi yang biasanya jadi karakteristik Taylor. Perbedaan pendapat itu pun membuat album ini semakin menarik perhatian, bukan hanya karena musiknya, tetapi juga karena reaksi beragam yang muncul dari netizen.
Dalam album ini, Taylor menghadirkan 12 lagu dengan nuansa lebih megah dibandingkan karya-karya sebelumnya. The Fate of Ophelia menjadi salah satu track song yang saat ini menjadi trend di sosial media. Lagu ini sukses menarik perhatian para penikmat musik dibandingkan track song lainnya. Netizen mengatakan bahwa hanya lagu itu saja yang cocok di telinga mereka. Alasan utamanya adalah karena gaya penulisan lirik Taylor yang dinilai downgrade. Meski begitu, masih banyak para penggemar yang justru menemukan keunikan dari album The Life of a Showgirl ini.
Selain dari sisi musik, visual dan konsep panggung yang ditampilkan dalam promosi album ini juga menjadi perhatian. Taylor tampil dengan gaya busana yang glamor dan bernuansa vintage, menyesuaikan dengan tema showgirl yang ingin ia tampilkan. Dalam salah satu video musiknya yang berjudul The Fate of Ophelia, ia terlihat menari di atas panggung besar dengan pencahayaan dramatis, memperkuat kesan bahwa album ini memang dirancang sebagai bentuk pertunjukan penuh cerita. Tak hanya itu, ia juga membawa Sabrina Carpenter sebagai partner duet untuk lagu The Life of A Showgirl.
Terlepas dari pro dan kontra yang muncul, dari hal-hal itu justru menandakan bahwa album ini berhasil memancing perhatian luas dan membuktikan bahwa Taylor Swift tetap jadi sosok yang mampu mengguncang dunia musik, apa pun konsep musik yang ia pilih.
PENGHORMATAN KEPADA LELUHUR DENGAN RITUAL MA'NENE
(Sumber : Merdeka.com)
Depok, 13 Oktober - Di Toraja Sulawesi Selatan, terdapat ritual unik yang bernama “Ma’ene”. Ritual ini di lakukan masyarakat Toraja setiap bulan Agustus atau September. Ritual ini merupakan bentuk penghormatan masyarakat Toraja untuk para leluhur mereka.
Dalam tradisi Ma’ene, keluarga akan membuka kembali makam leluhurnya, kemudian warga akan membersihkan tubuh, rambut dan mengganti pakaian baru yang telah disiapkan oleh keluarga.
Menurut kepercayaan masyarakat Toraja, kematian bukanlah akhir dari hubungan antara yang hidup dan meninggal. Roh leluhur mereka masih dianggap menjaga bahkan memberkati keturunannya, maka dari itu tradisi ini merupakan bentuk perhatian bahkan penghormatan kepada leluhur.
Tidak hanya memiliki makna spiritual, tradisi ini juga memiliki nilai sosial, selama acara berlangsung masyarakat akan bergotong royong tanpa melihat status sosial orang lain. Selama pelaksanaan upacara, warga saling bantu satu sama lain dalam mempersiapkan keperluan bersama.
Karena keunikannya, tradisi ini menjadi daya tarik tersendiri bagi wisatawan, banyak wisatawan dari berbagai daerah yang turut hadir untuk menyaksikan ritual Ma’ene ini. Pemerintah daerah turut mendukung pelestarian budaya ini karena dianggap sebagai bagian penting dari warisan budaya lokal yang patut dijaga.
Ritual Ma’ene bukan hanya ritual adat, melainkan cerminan nilai kekeluargaan, dan kebersamaan. Tradisi ini mengajarkan bahwa hubungan antara manusia tidak akan putus meskipun sudah dipisahkan kematian. Masyarakat Toraja memastikan warisan budaya mereka terjaga dari masa ke masa.
Tahapan Ritual Ma’ene
Ritual Ma’ene memiliki beberapa tahapan, tahap pertama Ritual Ma’ene yaitu pembacaan doa menggunakan bahasa Toraja kuno yang dilakukan oleh keluarga yang dituakan.
Setelah itu pihak keluarga mengurbankan hewan babi dan kerbau, jumlah babi yang dikurbankan sesuai dengan jumlah mumi, dan jumlah kerbau sesuai jumlah keluarga.
Setelah pengorbanan hewan keluarga akan menyiapkan sirih yang akan diletakkan di liang yang dipercaya sebagai pintu pembuka atau disebut Pa’tete, ini pertanda bahwa ritual sudah dimulai. Kemudian keluarga akan membuka peti mumi dan menjemurnya.
Setelah menjemur, mumi akan dibersihkan menggunakan kain dan akhirnya ditidurkan kembali, ritual ditutup dengan acara Ma’sisemba.
Jembatan Gantung Oranye : Jalan Pintas Warga
Depok, 13 Oktober - Terdapat jembatan gantung Kali Ciliwung di Kota Depok. Jembatan oranye sendiri sudah berdiri sejak tahun 1970-an. Meskipun terbilang sempit, tak sedikit warga yang rela bergantian demi menghemat waktu.
Tak semua orang mampu melewati jembatan tersebut. Butuh keahlian dalam mengendarai motor atau sepeda jika ingin melewati jembatan oranye. Selain karena jembatannya yang terbilang sempit, terdapat tanjakan yang sangat tajam dan harus dilewati. Tidak disarankan juga untuk melewati jembatan tersebut ketika malam hari. Karena penerangannya masih kurang. Dan jika hujan, akan menjadi lebih licin. Sehingga, warga harus lebih berhati-hati saat melewatinya.
Jalan Grand Depok City seringkali mengalami kemacetan parah. Terutama ketika hari kerja, jalanan akan sangat padat. Jembatan oranye ini dapat menjadi jalan pintas, terutama warga yang tempat tinggalnya berada di daerah Citayam. Jembatan oranye dapat memangkas waktu tempuh antara Grand Depok City dan Citayam. Dan penghubung jalan Kalimulya menuju Citayam dan sekitarnya. Tak hanya mengurangi kemacetan, warga dapat menghemat waktu dan tenaga.
Di tengah - tengah kota dengan banyak polusi. Melewati jembatan oranye dapat menyegarkan mata warga yang lewat. Tak hanya Kali Ciliwung, namun ada banyak pepohonan disekitarnya. Selain itu, terdapat hutan bambu. Jembatan oranye ini dapat menjadi pilihan untuk didatangi, terutama para turis.
Meskipun jembatan ini terbilang berbahaya, namun banyak warga yang rela untuk bergantian untuk melewati jembatan tersebut. Karena dapat mempercepat waktu tempuh. Melihat banyaknya warga yang melewati jembatan oranye, diharapkan jembatan tersebut dilakukan perbaikan menjadi lebih sempurna.
Jogging Track Gratis dan Rindang Ditengah Padatnya Kota Jakarta

Jakarta - Berlari atau jogging merupakan olahraga ringan
dengan tempo lebih lambat dari lari biasa. Saat ini jogging menjadi salah satu
aktivitas olahraga yang paling diminati masyarakat luas, diantaranya warga
Jakarta terkhusus Gen Z.
Ditengah riuhnya lalu lintas dan kepadatan Kota Jakarta, masih ada tempat
yang nyaman dan asri untuk melepas penat setelah beraktivitas seharian. Saat
ini kesadaran masyarakat akan kesehatan sudah cukup baik, banyak orang yang
sadar akan kesehatan itu penting.
Salah satu tempat jogging menarik yang ada di Jakarta bertempat di Klub Eksekutif Persada Halim. Berlokasi di Jl. Raya Protokol Halim Perdanakusuma,
Jakarta Timur. Tempat ini menjadi salah satu pilihan menarik untuk berjalan
santai atau jogging diwaktu senggang dari kesibukan setelah beraktivitas.
Lintasan joggingnya tidak terlalu panjang hanya 700 meter, tapi cukup untuk
jogging ringan atau sekedar jalan santai. Banyak masyarakat yang sering
mengunjungi jogging track di waktu pagi dan sore hari, salah satunya para
lansia yang berjalan santai sambil menikmati suasana di pagi hari.
Jogging Track ini buka mulai pukul 06.00 - 22.00 WIB. Tempat ini terbuka
untuk masyarakat umum dan masyarakat bisa datang tanpa dipungut biaya alias
gratis untuk menggunakan jogging tracknya. Tersedia juga lahan parkir bagi
pengunjung yang datang menggunakan kendaraan.
Jogging memiliki banyak manfaat, baik untuk kesehatan fisik maupun mental, diantaranya :
- Meningkatkan kesehatan jantung dan paru-paru
- Membantu menjaga berat badan ideal
- Memperkuat otot dan tulang
- Mengurangi stres
- Meningkatkan fungsi otak dan memori
Tunggu apa lagi? Yuk segera kunjungi jogging track yang ada di Klub
Eksekutif Persada dan nikmati suasana ketika jogging di sana.
Penghapusan Perspektif Tabu dalam Pendidikan Seksual
![]() |
| Sumber : Instagram @zhafiraiha |
Bekasi - Di saat masyarakat menganggap pendidikan seksualitas adalah hal yang tabu, Zhafira justru hadir menghapus stigma tersebut dengan cara modern.
Kurangnya pemahaman pendidikan seks akan menyebabkan berbagai masalah negatif, seperti pelecehan seksual, peningkatan angka kehamilan anak di bawah umur hingga penyakit menular seksual. Di Indonesia, pendidikan seksualitas sudah mengalami kemajuan dan mendapat dukungan dari pemerintah berupa modul pembelajaran hingga penyuluhan. Namun, dengan budaya yang kental di masyarakat membuat topik ini masih sulit dibahas secara gamblang, bahkan sungkan untuk dibahas karena takut dianggap bicara atau berpikiran senonoh.
Zhafira Aqyla adalah salah satu pemuda yang mengungkapkan pentingnya pendidikan seks pada masyarakat, khususnya pada anak-anak. Perempuan Indonesia yang lahir di Jepang ini memaparkan bahwa pendidikan seksual tidak hanya soal pubertas, tapi juga kemampuan untuk hidup, moralitas, dan hal holistik lainnya.
Zhafira menempuh pendidikan S1 di
Osaka University dengan jurusan Human Science. Di tahun terakhir kuliah, ia
meneliti perkembangan pendidikan seksualitas di negara-negara mayoritas muslim.
Dari sanalah muncul keinginannya untuk fokus berperan dalam pendidikan
khususnya pendidikan seksualitas. Setelah lulus S1, Zhafira memutuskan untuk
mendirikan sebuah platform online bernama Tau Lebih sebagai wadah edukasi dan
konsultasi pendidikan seksualitas berbasis nilai agama Islam.
Dari ilmu yang ia kaji selama di
Jepang, Zhafira menyadari bahwa pendidikan seksualitas akan
memberikan dampak positif kepada negara-negara yang mengimplementasikannya. Meski
berdomisili di Hongkong, Zhafira tetap ingin berkontribusi terhadap pendidikan di
Indonesia melalui platform Tau Lebih.
![]() |
| Sumber : Nailla Nintiya |
Pada awalnya, Tau Lebih hadir dengan postingan edukasi tentang pendidikan seksualitas. Seiring dengan meningkatnya minat masyarakat terhadap pendidikan seks ini melahirkan kelas pendidikan seksualitas ekslusif secara daring. Kelas ini disediakan untuk berbagai kalangan usia mulai dari anak-anak, remaja, orang tua hingga guru sekolah. Kelas menstrual health education dan kelas pubertas juga disediakan dan dikhususkan untuk remaja usia pubertas. Tau Lebih bukan sekadar kelas, melainkan ruang dialog yang lembut dan bermakna.
Perempuan berusia 25 tahun itu melanjutkan studi magister di Harvard Graduate School of Education untuk mengembangkan ilmu dalam menyampaikan informasi tentang pendidikan seksual. Menurutnya, ilmu-ilmu seksualitas harus dikemas dengan cara yang menarik. Jika sebutan Pendidikan Seksual masih dianggap tabu, maka kita bisa mengganti nama subjeknya menjadi Life Skills Education. Dengan konteks ilmu yang sama, penyebutan Life Skills Education akan dipandang sebagai sebuah kebutuhan bagi masyarakat untuk bertahan hidup.
![]() |
| Sumber : Instagram @taulebih.id |
Zhafira menilai bahwa harus ada kerjasama
antara pemerintah, tenaga pendidik dan orang tua untuk meluruskan miskonsepsi
yang tersebar di masyarakat. Contoh miskonsepsi dalam konteks pendidikan seksual yaitu
pendidikan seksual berarti mengajarkan anak cara berhubungan seksual. Padahal,
pendidikan seksual dapat disesuaikan dengan kultur budaya di masing-masing
daerah.
Miskonsepsi kedua yaitu
pendidikan seks tidak dapat diimplementasikan kepada anak PAUD atau TK. Menurut
Zhafira, pendidikan seks adalah kurikulum spiral yang menyesuaikan dengan
jenjang pendidikan. Dengan konsep yang unik dan menggunakan bahasa yang dapat
diterima oleh masyarakat, diharapkan miskonsepsi ini tidak lagi menjadi
penghalang dalam pendidikan seksualitas.
“Sebelum ngajarin siswa, ajarin dulu gurunya. Bagaimana pun guru yang akan mentransfer ilmu kepada murid,” ungkap Zhafira. Ia meyakini bahwa perubahan lebih mudah terwujud jika pemahaman ditanamkan terlebih dahulu kepada tenaga pendidik sebagai gerbang utama sumber ilmu. Guru bimbingan konseling, guru olahraga, dan guru biologi dianggap sebagai acuan utama dalam menerapkan ilmu pendidikan seksualitas di lingkungan sekolah.
Dengan langkah kecil ini, Zhafira berharap pendidikan seksual tidak lagi menjadi hal yang tabu dan dapat menjadi pondasi kuat dalam menciptakan lingkungan masyarakat yang saling menghargai, menghormati, dan berempati.
The Game Awards 2025 : Prediksi Nominasi GOTY, Siapa Mereka?
The Game Awards 2025. Thegameawards.com
Jakarta, 9 Oktober 2025. - Ajang bergengsi tahunan industri gim di seluruh dunia, The Game Awards 2025 telah resmi dijadwalkan pada 11 Desember 2025. Tahun ini, persaingan kategori Game of The Year (GOTY) dipastikan bersaing dengan ketat dan tidak terprediksi seperti tahun-tahun sebelumnya.
Grand Theft Auto 6 atau biasa disingkat GTA 6 yang sebelumnya digadang-gadang akan mendominasi ajang ini akan ditunda perilisan hingga 2026. Penundaan ini membuat penikmat gim semakin penasaran siapa yang akan mendominasi ajang tahun ini, sebab memberikan kesempatan bagi judul-judul baru yang menarik perhatian kritikus dan penikmat gim untuk tampil cerah.
Dengan absennya GTA 6, banyak pengamat menyebut bahwa tahun ini adalah tahun paling tidak terduga dalam sejarah The Game Awards. Sistem voting acara ini sendiri melibatkan jurnalis dan media gim internasional dari berbagai negara, sementara 10% suara berasal langsung dari penggemar.
Meski Game of the Year bersifat subjektif, para pemain sepakat pada beberapa kandidat gim terbaik berkat kualitas pengembangan, kesuksesan dan popularitasnya. Dengan ketentuan pemenang rating Metacritic di atas 90, genre RPG atau action-adventure dengan unsur naratif kuat, serta penerimaan positif baik dari pemain maupun kritikus. Gim indie dan multiplayer biasanya lebih sulit menembus nominasi utama dibandingkan dengan gim AAA namun, tidak menutup kemungkinan untuk mereka dapat tampil di GOTY tahun ini.
Tidak semuanya layak meraih penghargaan, namun sejumlah game jelas menjadi kandidat kuat untuk masuk nominasi Game of the Year atau GOTY di The Game Awards 2025. Gim apa saja itu? Berikut daftarnya.
1. Clair Obscur : Expedition 33
Dengan harga yang terjangkau, hanya 50$. Cerita yang dikemas dengan rapi, karakternya dengan pengembangan yang baik, lingkungannya, semuanya dirancang dengan terstruktur. Pertarungan dihadirkan berbasis giliran, sehingga pemain dapat memainkan karakter lain agar petualangan terasa menyenangkan dan lebih menantang saat mengendalikan karakter lain.
2. Hades II
Minggu, 12 Oktober 2025
Nasib Timnas Indonesia usai kalah 3-2 dari Timnas Arab
Bogor, 8 Oktober 2025 – Pada kualifikasi piala dunia putaran ke-4 zona asia, timnas Indonesia harus mengakui kekalahan dari timnas arab dengan skor 2-3 di stadion King Abdullah Sport City pada kamis 8 Oktober 2025.
Pada
kualifikasi piala dunia putaran ke-4 zona aisa, Indonesia berada di grup B yang
diisi oleh timnas Arab dan timnas Iraq. Timnas Garuda menjadi juru kunci
dalam klasmen grup B setelah menelan kekalahan dari timnas Arab. Hasil ini membuat
banyak masyarakat Indonesia merasa kecewa, sebab peluang timnas Indonesia untuk
melangkah ke ajang piala dunia 2026 kini semakin tipis.
Skor
2-3 pada malam tersebut adalah jerih payah yang telah dilakukan oleh timnas
Indonesia. Kevin Diks adalah penyumbang 2 gol pada laga ini. 2 Gol yang
diciptakan oleh Kevin Diks adalah 2 gol yang diciptakan di depan titik putih
gawang. Meskipun begitu, permainan timnas Indonesia dinilai masih belum
efektif. Timnas Garuda juga dinilai kurang optimal saat melakoni laga ini.
Menurut
Justinus Lhaksana atau biasa disebut coach Justin, mantan pelatih futsal dan
komentator sepak bola Indonesia, Patrick Kluivert dinilai kurang memaksimalkan susunan
pemain. Pemain yang memiliki pengalaman dan jam terbang yang tinggi di klub nya
tidak menjadi starter pada laga ini. Coach Justin juga menyoroti keputusan
pergantian pemain yang dinilainya kurang tepat. Ia menilai Patrick Kluivert justru
mengganti pemain yang yang tidak bermasalah, sementara pemain yang tampil
kurang maskimal tetap dibiarkan bermain. Hal tersebut membuat alur permainan
timnas Indonesia tidak berkembang dan kehilngan momentum pada babak kedua.
Dengan
hasil tersebut, peluang timnas Indonesia melangkah ke ajang piala dunia 2026
semakin titpis. Untuk bisa langsung lolos kualifikasi, timnas Garuda harus
menduduki klasmen pertama dalam grup B. Timnas Indonesia masih memiliki harapan
untuk bisa berkancah di ajang piala dunia 2026. Menjadi runner-up di grup B
adalah salah satu harapan untuk bisa berkancah di ajang piala dunia 2026.
Sedangkan jika timnas Indonesia menjadi juru kunci dalam grup B, seluruh rakyat Indonesia harus menguburkan
mimpinya untuk melihat timnas Garuda tampil di piala dunia 2026.
Laga selanjutnya melawan timnas Iraq pada 12 Oktober 2025 di stadion King Abdullah Sport City adalah kesempatan terakhir bagi timnas Indonesia untuk menentukan nasibnya di kualifikasi piala dunia putaran ke-4.
Pertandingan ini diharapkan dapat dimanfaatkan
semaksimal mungkin agar timnas Garuda dapat menjaga peluang untuk lolos
langsung ke ajang piala dunia 2026 maupun malanjutkan perjuangannya melalui babak kualifikasi
putaran ke-5.
Sabtu, 11 Oktober 2025
GRAND FINAL ADUJAK 2025 SUKSES DI GELAR, ATHIF YAHYA DAN BUTI ADIA TERPILIH MENJADI DUTA GENRE KOTA DEPOK
Depok - Grand Final Ajang Kreativitas Remaja
(Adujak) Kota Depok tahun 2025 sukses digelar di Aula Serbaguna Gedung Dibaleka 2
Balai Kota Depok, Sabtu, 11 Oktober 2025. Sebanyak 21 finalis dari 11 kecamatan
tampil percaya diri memperebutkan gelar Duta Generasi Berencana (GenRe) tingkat
Kota Depok.
Para finalis menunjukkan performa terbaiknya dengan menjawab berbagai
pertanyaan seputar isu remaja di hadapan dewan juri. Pada akhir acara, Atif Yahya
dari Kecamatan Sawangan dan Buti Adia dari Kecamatan Sukmajaya
dinobatkan sebagai Juara 1 Duta GenRe Kota Depok 2025.
Piala dan hadiah juara 1 diserahkan langsung oleh Wali Kota Depok, Dr. Drs. H. Supian Suri, M.M. dan Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga
(TP-PKK) Kota Depok, Hj. Siti Barkah Hasanah M.Ag. selaku Ayah-Bunda GenRe Kota Depok.
Dalam sambutannya, Wali Kota Depok, Supian Suri,
memberikan penghargaan kepada seluruh peserta, khususnya dua duta terpilih. Ia
berharap para duta muda ini dapat menjadi inspirasi dan teladan bagi remaja
lainnya di Kota Depok.
“Saya ucapkan selamat buat Athif dan Buti Adia atas
terpilih menjadi juara Duta GenRe Kota Depok. Jadilah teladan bagi generasi
sebaya untuk mewujudkan remaja Depok yang sehat, cerdas, dan berakhlak,” pesan
Wali Kota.
Supian
mengingatkan, peran Duta GenRe sangat penting dalam mengedukasi remaja agar
menghindari perilaku berisiko, seperti pernikahan dini, narkoba, dan seks
bebas. Ia menilai, babak ketiga tersebut menjadi tantangan besar yang harus
diantisipasi bersama.
“Kita ingin tidak ada lagi pernikahan dini di bawah ketentuan, tidak ada lagi
anak Depok yang terkena narkoba atau napza, dan tidak ada lagi seks sebelum
menikah,” ujarnya.
Kegiatan
Adujak 2025 tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga sarana
pengembangan diri bagi remaja Depok untuk mewujudkan kreativitas, memperkuat
karakter, dan membangun komitmen sebagai generasi yang berencana dan berdaya
saing.
Pulang Kuliah Mahasiswa PNJ Terhambat Karena Hujan & Keramaian
NAMA : VIARA NAFISAH NAILA
KELAS : PB-1A

Hujan deras yang mengguyur Depok —
Tj.Priok, menjadi pengalaman melelahkan bagi sejumlah mahasiswa Politeknik
Negeri Jakarta (PNJ) saat perjalanan pulang kuliah. Sekitar pukul 15.00 WIB,
saya bersama Widia, Fauziah, Layla, Yayay, Anisa, Bani, dan beberapa teman
lainnya berjalan menuju Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) untuk menaiki bus
kampus UI atau yang dikenal dengan sebutan Bikun.
Namun, hujan deras yang datang
tiba-tiba membuat pakaian basah kuyup sesampainya di Pusgiwa. Suasana di lokasi
itu berubah menjadi padat dan riuh, karena banyak mahasiswa yang memilih
berteduh dan menunggu hujan reda. Bus kuning pun penuh sesak oleh penumpang
yang berebutan bus agar tidak kehujanan saat perjalanan pulang.
Setibanya di Tanjung Priok, hujan
belum juga reda malahan semakin deras. Jalanan macet, arus kendaraan yang padat,
dan trotoar dipenuhi pejalan kaki yang berebut tempat berteduh, kereta yang di
penuhi oleh pengguna KRL. Gabungan antara hujan deras, kereta dan bus yang
penuh, serta kemacetan panjang membuat perjalanan pulang kali ini terasa lebih berat dan melelahkan dari biasanya.
UNSUR 5W + 1H:
Apa
(What): Perjalanan pulang mahasiswa PNJ yang terkendala akibat hujan deras.
Siapa
(Who): Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Saya bersama Widia, Fauziah,
Layla, Yayay, Anisa, dan Bani.
Kapan
(When): Kamis, 9 Oktober 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Di mana
(Where): Dari kampus PNJ (Depok) menuju Tanjung Priok.
Mengapa
(Why): Karena hujan deras, kereta dan bus penuh, serta kemacetan yang
terjadi bersamaan dengan jam pulang kerja.
Bagaimana (How): Mahasiswa berteduh di Pusgiwa, menaiki bus kuning dan kereta yang penuh sesak, lalu melanjutkan perjalanan di tengah hujan dan kemacetan hingga tiba di Tanjung Priok.
Pentingnya Literasi di Kalangan Mahasiswa
Depok, 4 November 202 5 - konferensi pers yang dipaparkan oleh pemateri yaitu Anggun Yudia Lestari dan Calista Evanglis dengan tema Literasi...
-
Sumber : Instagram @zhafiraiha Bekasi - Di saat masyarakat menganggap pendidikan seksualitas adalah hal yang tabu, Zhafira justru hadir me...
-
Program Madani Talks (Gambar oleh Widia Hastuti) Jakarta — Madani International Film Festi...
-
Sumber: Fauzah Jamilah Bogor – Sejuk dan asri adalah dua kata yang tepat untuk menggambarkan suasana CafĂ© Nona Tectona. Kafe ini mengusung ...






















