Senin, 03 November 2025

Konfrensi Pers: Literasi Membaca di Kalangan Mahasiswa

 

Konfrensi Pers Literasi Membaca di Kalangan Mahasiswa Foto: Widia Hastuti/publikanews

PUBLIKANEWS, Depok -  Grafik presentase pemuda usia 16-30 tahun yang melek huruf di Indonesia pada tahun 2024 sebanyak 99,79%. Fakta ini terungkap dalam konfrensi pers bertajuk “Literasi Membaca di Kalangan Mahasiswa” yang digelar di Politeknik Negeri Jakarta, Selasa (4/11).

Calista Evangelis dan Anggun Yudia lestari hadir sebagai narasumber membahas isu terkait tingkat literasi membaca dikalangan mahasiswa serta memberikan solusi terkait rendahnya minat literasi di Indonesia. 

Dilansir dari Badan Pusat Statistik (BPS) kondisi literasi baca di kalangan mahasiswa Indoensia tidak mengalami perkembangan dari tahun 2023 – 2024. Tingkat minat baca mahasiswa pada beberapa Universitas di Indonesia tergolong rendah.  

Calista mengungkap dari hasil survei di beberapa universitas, seperti Universitas Negeri Yogyakarta ditemukan sebanyak 36,5% mahasiswa membaca selama 10-15 menit per hari, 34,1% membaca 5-10 menit, 15,3% membaca 15-30 menit, dan hanya 4,7% yang membaca lebih dari 30 menit setiap harinya. 

Narasumber juga menyoroti beberapa faktor penyebab rendahnya minat baca di Indonesia, antara lain: mahasiswa membaca hanya bila ada tugas, bukan atas keinginan sendiri; teknologi digital membuat kebiasaan membaca dengan teliti menurun; lingkungan, suasana, dan fasilitas yang kurang mendukung; dan dukungan keluarga juga pengaruh sosial budaya.

Kasus umum yang biasa terjadi di Indonesia salah satunya adalah ketergantungan media sosial sebagai sumber informasi. Fakta dilapangan mahasiswa lebih sering membaca konten singkat sehingga minat baca pada teks panjang menurun. Semakin sering pula terkecoh dengan berita hoax.

“Mahasiswa cenderung bergantung pada sumber daring yang tidak selalu kredibel, seperti blog atau media sosial. Akibatnya, kemampuan menulis ilmiah juga ikut menurun,” ujar Anggun.

Kedua narasumber memberikan solusi untuk meningkatkan minat baca di Indonesia. Seperti dalam lingkup mahasiswa dan kampus narasumber menyarankan untuk membentuk forum diskusi, kelompok baca, dan sebagainya untuk mendorong literasi membaca yang tentunya difasilitasi oleh kampus.

Sebagai penutup Calista memaparkan kutipan yang berbunyi, "Books don’t change people; paragraphs do, sometimes even sentences."

Penulis : Anisa Nur Anggraeni
Editor   : Widia Hastuti 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Pentingnya Literasi di Kalangan Mahasiswa

Depok, 4 November 202 5 - konferensi pers yang dipaparkan oleh pemateri yaitu Anggun Yudia Lestari dan Calista Evanglis dengan tema Literasi...