Jumat, 29 Mei 2026

Mahasiswa Keluhkan Jam Operasional Perpustakaan PNJ

 

Ruang Baca Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta

DEPOK – Mahasiswa Program Studi Teknik Grafika dan Penerbitan Angkatan 2025 menilai jam operasional Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta belum memenuhi kebutuhan mereka. Dalam survei yang melibatkan 70 mahasiswa, 28 responden menyebut waktu layanan perpustakaan terlalu pendek.

Kondisi ini menjadi perhatian karena perpustakaan berperan penting sebagai ruang belajar di kampus. Mahasiswa tidak hanya memanfaatkan perpustakaan untuk membaca buku, tetapi juga untuk menyelesaikan tugas, berdiskusi dan mencari tempat nyaman di sela aktivitas perkuliahan.

Title: Chart

Dari survei ini, sebanyak 28 responden merasa waktu layanan masih terlalu pendek, tidak beda jauh dengan keluhan stop kontak yang diisi oleh 23 responden. Angka ini menunjukkan bahwa waktu akses dan fasilitas dasar masih menjadi perhatian.

Keluhan ini muncul karena tidak semua mahasiswa memiliki waktu luang yang sama. Sebagian mahasiswa bisa mengerjakan tugas setelah perkuliahan selesai. Ada yang harus mengikuti kelas sampai sore, mengerjakan tugas kelompok setelah perkuliahan, dan ada pula yang baru merasa bisa fokus ketika suasana kampus mulai lebih sepi.

“Tolong perpanjang waktu bukanya, tidak hanya sampai sore. Kalau bisa sih 24 jam, biar bisa malam-malam nugas di sana seperti kampus lain,” ujar salah satu responden.

Pernyataan ini menggambarkan bahwa perpustakaan masih dianggap sebagai ruang penting. Mahasiswa tidak hanya membutuhkan koleksi buku, tetapi juga tempat yang bisa digunakan sesuai ritme belajar mereka. Apalagi, tidak semua mahasiswa memiliki kondisi belajar yang sama di luar kampus.

Title: Chart

Kebiasaan mahasiswa datang ke perpustakaan juga menunjukkan bahwa fasilitas ini masih punya peran dalam kegiatan akademik. Sebanyak 29 responden mengaku datang ke perpustakaan hanya saat ada tugas mendesak. Sementara itu, 20 responden datang satu sampai dua kali dalam seminggu, 19 responden datang tiga sampai empat kali dalam seminggu, dan hanya 2 responden yang datang setiap hari.

Data tersebut memperlihatkan bahwa perpustakaan belum tentu dikunjungi setiap hari. Namun, pada waktu tertentu, terutama ketika tugas sedang menumpuk, perpustakaan menjadi tempat yang dicari. Dalam situasi seperti ini, jam operasional menjadi penting. Jika layanan hanya tersedia sampai sore, mahasiswa yang baru selesai kuliah bisa kehilangan kesempatan untuk belajar di tempat yang lebih nyaman.

Keluhan ini pada akhirnya tidak hanya berkaitan dengan waktu buka dan tutup. Tetapi juga berhubungan dengan kebutuhan mahasiswa terhadap ruang belajar yang bisa diakses di luar jam perkuliahan. Perpustakaan menjadi pilihan karena dianggap lebih tenang, nyaman, dan mendukung untuk belajar dibandingkan beberapa tempat lain di kampus.

Kebutuhan tersebut semakin terlihat dari area yang paling sering digunakan mahasiswa. Mereka tidak hanya datang untuk membaca sendiri, tetapi juga untuk bekerja bersama teman kelompok. Karena itu, ruang diskusi menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas mahasiswa di perpustakaan.

Title: Chart

Sebanyak 37 responden memilih ruang diskusi sebagai area yang paling sering mereka gunakan. Jumlah itu lebih tinggi dibandingkan ruang baca umum yang dipilih oleh 27 mahasiswa. Sementara itu, area komputer dipilih 5 responden dan ruang fokus hanya dipilih 1 responden.

Banyaknya mahasiswa yang memilih ruang diskusi menunjukkan bahwa perpustakaan juga digunakan untuk kerja kelompok, menyusun bahan presentasi, mengerjakan laporan, atau menyelesaikan tugas bersama. Aktivitas seperti ini biasanya membutuhkan waktu lebih lama dibandingkan membaca singkat atau sekadar mencari referensi. Karena itu, jam layanan yang terbatas bisa terasa kurang mendukung.

Namun, persoalan ruang diskusi tidak berhenti pada jam operasional. Beberapa mahasiswa juga menyoroti prosedur peminjaman ruangan yang dinilai masih perlu dipermudah.

Hal ini menjadi tanda bahwa mahasiswa tidak hanya berharap perpustakaan buka lebih lama, tetapi juga lebih mudah digunakan. Ruang diskusi yang tersedia akan terasa lebih bermanfaat jika aksesnya sederhana. Di sisi lain, ramainya aktivitas diskusi juga memperlihatkan perlunya ruang yang lebih memadai agar mahasiswa yang bekerja kelompok tidak mengganggu pengunjung lain yang membutuhkan suasana tenang.

Selain ruang diskusi, fasilitas pendukung seperti stop kontak juga menjadi perhatian. Bagi sebagian orang, stop kontak mungkin terlihat sebagai fasilitas kecil. Namun, bagi mahasiswa yang mengerjakan tugas dengan laptop dan gawai, fasilitas ini menjadi kebutuhan penting. Ketika mahasiswa harus berada cukup lama di perpustakaan, keterbatasan stop kontak bisa mengganggu proses belajar.

Kebutuhan ini sejalan dengan aktivitas kuliah mahasiswa saat ini. Banyak tugas dikerjakan melalui perangkat digital, mulai dari mengetik, mencari referensi, menyusun tugas, hingga mengerjakan proyek kelompok. Karena itu, perpustakaan tidak cukup hanya menyediakan meja, kursi, dan buku. Fasilitas pendukung seperti stop kontak, koneksi internet, dan ruang kerja yang nyaman juga menjadi bagian penting.

Koleksi buku juga masih menjadi catatan. Sebanyak 18 responden menyebut koleksi buku jurusan masih terbatas. Bagi mereka, buku fisik tetap dibutuhkan meskipun bahan bacaan digital semakin mudah ditemukan. Koleksi yang lebih lengkap dapat membantu mahasiswa mencari rujukan yang sesuai dengan kebutuhan perkuliahan.

Berbagai keluhan tersebut menunjukkan bahwa jam operasional perpustakaan masih menjadi perhatian penting bagi mahasiswa PNJ. Perpustakaan sebenarnya masih dibutuhkan sebagai ruang belajar, tempat berdiskusi, dan tempat menyelesaikan tugas. Namun, manfaat itu belum sepenuhnya terasa jika waktu layanan belum menyesuaikan dengan aktivitas mahasiswa yang sering berlangsung hingga sore.

Dengan jam operasional yang lebih panjang, mahasiswa yang selesai kuliah pada sore hari tetap memiliki kesempatan untuk belajar, berdiskusi, atau mengerjakan tugas di tempat yang nyaman. Perpanjangan waktu layanan juga perlu didukung dengan fasilitas yang memadai, seperti penambahan ruang diskusi yang mudah diakses dan stop kontak yang cukup untuk menunjang kebutuhan mahasiswa. Karena itu, penyesuaian jam operasional menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar Perpustakaan PNJ semakin sesuai dengan kebutuhan belajar mahasiswa.






Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Sadar Lebih Boros, Mahasiswa PNJ Tetap Pilih Kantin

  Sadar Lebih Boros, Mahasiswa PNJ Tetap Pilih Kantin Gambar 1 : Suasana kantin teknik (kantek), Politeknik Negeri Jakarta Survei terhadap 1...