![]() |
| Ruang Baca Perpustakaan Politeknik Negeri Jakarta |
DEPOK – Mahasiswa Program Studi Teknik
Grafika dan Penerbitan Angkatan 2025 menilai jam operasional Perpustakaan
Politeknik Negeri Jakarta belum memenuhi kebutuhan mereka. Dalam survei yang melibatkan
70 mahasiswa, 28 responden menyebut waktu layanan perpustakaan terlalu pendek.
Kondisi ini menjadi perhatian
karena perpustakaan berperan penting sebagai ruang belajar di kampus. Mahasiswa
tidak hanya memanfaatkan perpustakaan untuk membaca buku, tetapi juga untuk
menyelesaikan tugas, berdiskusi dan mencari tempat nyaman di sela aktivitas
perkuliahan.
Dari survei ini, sebanyak 28 responden
merasa waktu layanan masih terlalu pendek, tidak beda jauh dengan keluhan stop
kontak yang diisi oleh 23 responden. Angka ini menunjukkan bahwa waktu akses
dan fasilitas dasar masih menjadi perhatian.
Keluhan ini muncul karena tidak
semua mahasiswa memiliki waktu luang yang sama. Sebagian mahasiswa bisa
mengerjakan tugas setelah perkuliahan selesai. Ada yang harus mengikuti kelas
sampai sore, mengerjakan tugas kelompok setelah perkuliahan, dan ada pula yang
baru merasa bisa fokus ketika suasana kampus mulai lebih sepi.
“Tolong perpanjang waktu bukanya,
tidak hanya sampai sore. Kalau bisa sih 24 jam, biar bisa malam-malam nugas di
sana seperti kampus lain,” ujar salah satu responden.
Pernyataan ini menggambarkan bahwa
perpustakaan masih dianggap sebagai ruang penting. Mahasiswa tidak hanya
membutuhkan koleksi buku, tetapi juga tempat yang bisa digunakan sesuai ritme
belajar mereka. Apalagi, tidak semua mahasiswa memiliki kondisi belajar yang
sama di luar kampus.
Kebiasaan mahasiswa datang ke
perpustakaan juga menunjukkan bahwa fasilitas ini masih punya peran dalam
kegiatan akademik. Sebanyak 29 responden mengaku datang ke perpustakaan hanya
saat ada tugas mendesak. Sementara itu, 20 responden datang satu sampai dua
kali dalam seminggu, 19 responden datang tiga sampai empat kali dalam seminggu,
dan hanya 2 responden yang datang setiap hari.
Data tersebut memperlihatkan bahwa
perpustakaan belum tentu dikunjungi setiap hari. Namun, pada waktu tertentu,
terutama ketika tugas sedang menumpuk, perpustakaan menjadi tempat yang dicari.
Dalam situasi seperti ini, jam operasional menjadi penting. Jika layanan hanya
tersedia sampai sore, mahasiswa yang baru selesai kuliah bisa kehilangan
kesempatan untuk belajar di tempat yang lebih nyaman.
Keluhan ini pada akhirnya tidak
hanya berkaitan dengan waktu buka dan tutup. Tetapi juga berhubungan dengan
kebutuhan mahasiswa terhadap ruang belajar yang bisa diakses di luar jam
perkuliahan. Perpustakaan menjadi pilihan karena dianggap lebih tenang, nyaman,
dan mendukung untuk belajar dibandingkan beberapa tempat lain di kampus.
Kebutuhan tersebut semakin terlihat
dari area yang paling sering digunakan mahasiswa. Mereka tidak hanya datang
untuk membaca sendiri, tetapi juga untuk bekerja bersama teman kelompok. Karena
itu, ruang diskusi menjadi salah satu bagian penting dalam aktivitas mahasiswa
di perpustakaan.
Sebanyak 37 responden memilih ruang
diskusi sebagai area yang paling sering mereka gunakan. Jumlah itu lebih tinggi
dibandingkan ruang baca umum yang dipilih oleh 27 mahasiswa. Sementara itu,
area komputer dipilih 5 responden dan ruang fokus hanya dipilih 1 responden.
Banyaknya mahasiswa yang memilih
ruang diskusi menunjukkan bahwa perpustakaan juga digunakan untuk kerja
kelompok, menyusun bahan presentasi, mengerjakan laporan, atau menyelesaikan
tugas bersama. Aktivitas seperti ini biasanya membutuhkan waktu lebih lama
dibandingkan membaca singkat atau sekadar mencari referensi. Karena itu, jam
layanan yang terbatas bisa terasa kurang mendukung.
Namun, persoalan ruang diskusi
tidak berhenti pada jam operasional. Beberapa mahasiswa juga menyoroti prosedur
peminjaman ruangan yang dinilai masih perlu dipermudah.
Hal ini menjadi tanda bahwa
mahasiswa tidak hanya berharap perpustakaan buka lebih lama, tetapi juga lebih
mudah digunakan. Ruang diskusi yang tersedia akan terasa lebih bermanfaat jika
aksesnya sederhana. Di sisi lain, ramainya aktivitas diskusi juga
memperlihatkan perlunya ruang yang lebih memadai agar mahasiswa yang bekerja
kelompok tidak mengganggu pengunjung lain yang membutuhkan suasana tenang.
Selain ruang diskusi, fasilitas
pendukung seperti stop kontak juga menjadi perhatian. Bagi sebagian orang, stop
kontak mungkin terlihat sebagai fasilitas kecil. Namun, bagi mahasiswa yang
mengerjakan tugas dengan laptop dan gawai, fasilitas ini menjadi kebutuhan
penting. Ketika mahasiswa harus berada cukup lama di perpustakaan, keterbatasan
stop kontak bisa mengganggu proses belajar.
Kebutuhan ini sejalan dengan
aktivitas kuliah mahasiswa saat ini. Banyak tugas dikerjakan melalui perangkat
digital, mulai dari mengetik, mencari referensi, menyusun tugas, hingga
mengerjakan proyek kelompok. Karena itu, perpustakaan tidak cukup hanya
menyediakan meja, kursi, dan buku. Fasilitas pendukung seperti stop kontak,
koneksi internet, dan ruang kerja yang nyaman juga menjadi bagian penting.
Koleksi buku juga masih menjadi
catatan. Sebanyak 18 responden menyebut koleksi buku jurusan masih terbatas.
Bagi mereka, buku fisik tetap dibutuhkan meskipun bahan bacaan digital semakin
mudah ditemukan. Koleksi yang lebih lengkap dapat membantu mahasiswa mencari
rujukan yang sesuai dengan kebutuhan perkuliahan.
Berbagai keluhan tersebut
menunjukkan bahwa jam operasional perpustakaan masih menjadi perhatian penting
bagi mahasiswa PNJ. Perpustakaan sebenarnya masih dibutuhkan sebagai ruang
belajar, tempat berdiskusi, dan tempat menyelesaikan tugas. Namun, manfaat itu
belum sepenuhnya terasa jika waktu layanan belum menyesuaikan dengan aktivitas
mahasiswa yang sering berlangsung hingga sore.
Dengan jam operasional yang lebih
panjang, mahasiswa yang selesai kuliah pada sore hari tetap memiliki kesempatan
untuk belajar, berdiskusi, atau mengerjakan tugas di tempat yang nyaman.
Perpanjangan waktu layanan juga perlu didukung dengan fasilitas yang memadai,
seperti penambahan ruang diskusi yang mudah diakses dan stop kontak yang cukup
untuk menunjang kebutuhan mahasiswa. Karena itu, penyesuaian jam operasional
menjadi hal yang perlu dipertimbangkan agar Perpustakaan PNJ semakin sesuai
dengan kebutuhan belajar mahasiswa.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar