NAMA : VIARA NAFISAH NAILA
KELAS : PB-1A

Hujan deras yang mengguyur Depok —
Tj.Priok, menjadi pengalaman melelahkan bagi sejumlah mahasiswa Politeknik
Negeri Jakarta (PNJ) saat perjalanan pulang kuliah. Sekitar pukul 15.00 WIB,
saya bersama Widia, Fauziah, Layla, Yayay, Anisa, Bani, dan beberapa teman
lainnya berjalan menuju Pusat Kegiatan Mahasiswa (Pusgiwa) untuk menaiki bus
kampus UI atau yang dikenal dengan sebutan Bikun.
Namun, hujan deras yang datang
tiba-tiba membuat pakaian basah kuyup sesampainya di Pusgiwa. Suasana di lokasi
itu berubah menjadi padat dan riuh, karena banyak mahasiswa yang memilih
berteduh dan menunggu hujan reda. Bus kuning pun penuh sesak oleh penumpang
yang berebutan bus agar tidak kehujanan saat perjalanan pulang.
Setibanya di Tanjung Priok, hujan
belum juga reda malahan semakin deras. Jalanan macet, arus kendaraan yang padat,
dan trotoar dipenuhi pejalan kaki yang berebut tempat berteduh, kereta yang di
penuhi oleh pengguna KRL. Gabungan antara hujan deras, kereta dan bus yang
penuh, serta kemacetan panjang membuat perjalanan pulang kali ini terasa lebih berat dan melelahkan dari biasanya.
UNSUR 5W + 1H:
Apa
(What): Perjalanan pulang mahasiswa PNJ yang terkendala akibat hujan deras.
Siapa
(Who): Mahasiswa Politeknik Negeri Jakarta, Saya bersama Widia, Fauziah,
Layla, Yayay, Anisa, dan Bani.
Kapan
(When): Kamis, 9 Oktober 2025, sekitar pukul 15.00 WIB.
Di mana
(Where): Dari kampus PNJ (Depok) menuju Tanjung Priok.
Mengapa
(Why): Karena hujan deras, kereta dan bus penuh, serta kemacetan yang
terjadi bersamaan dengan jam pulang kerja.
Bagaimana (How): Mahasiswa berteduh di Pusgiwa, menaiki bus kuning dan kereta yang penuh sesak, lalu melanjutkan perjalanan di tengah hujan dan kemacetan hingga tiba di Tanjung Priok.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar