Oleh : Anggun yudia Lestari (mahasiswa jurusan penerbitan jurnalistik)
Seperti yang kita tahu dan saat ini media sosial sudah menguasai kehidupan sehari-hari khususnya gen z dan gen alpa . Setiap hari kita sering kali menonton video-vidio pendek mulai dari video tiktok , rels Instagram. Bahkan sampai lupa waktu ketika sedang scrolling video receh,meme, konten hiburan .Dimanapun dalam keadaan pun sering scrolling contoh nyatanya. Pada saat di kereta scrolling, kena macet scrolling , lagi nongkrong scrolling . Karena kebiasaan scrolling video pendek tersebut bisa menyebabkan pembusukan otak ya bahasa gaul nya sih brainrot.
Sebetulnya istilah brainrot ini sudah ada sejak lama jauh sebelum ditemukannya internet yaitu pada tahun 1854 dalam buku karya henry David thoreau . Ia mengkritik bahwa konten tidak berbobot cenderung lebih disukai dan ini juga merupakan tanda dari penurunan kondisi mental secara intelektual seseorang.
Adapun menurut oxford word of the year
Brainrot merujuk kepada berkurangnya kemampuan otak akibat keseringan menonton konten daring berkualitas rendah.
Pembusukan otak atau brain rot ini biasanya disebabkan screen time yang berlebihan apalagi kalau tujuannya buat entertain, hiburan, mengisi waktu luang rata- rata screentime bisa di atas 3-5jam waktu yang dihabiskan dampak nya bisa melebar kemana-mana.
hayo siapa nih yang sudah mengalami brainrot berikut beberapa ciri-ciri brainrot yang banyak dialami.
1. Susah untuk fokus
Jadi pada saat kita terlalu sering scrolling otak hanya mau sesuatu yang instan saja. Ini membuat kita saat belajar otak merasa tidak kuat untuk berlama-lama memahami sesuatu. Sehingga menurunkan Tingkat konsentrasi otak
2. Daya ingat menurun
Otak memiliki 2 sistem berpikir cepat tapi instan dan lambat tapi mendalam. Jadi pada saat sering menonton video instan cepat kaya video receh meme,hiburan yang akan sering latih di otak itu hanya sistem cepat . Sedangkan sistem lambat yang ada di otak hal penting untuk berfikir kritis,berfikir mendalam, berpikir jangka panjang, malah jadi semakin lemah ini yang menyebabkan turunnya daya ingat.
3. Gangguan mental
Otak mempunyai Coping mechanism ini semacam cara individu mengatur emosi dan perilaku mereka dalam menghadapi tantangan yang bersifat external maupun internal. Pada saat kita sudah kecanduan scrolling akan membuat lingkaran setan stress & cemas – scrolling sosmed – senang sesaat – masalah tetap ada – nyesel buang waktu. Siklus nya di ulang-ulang lagi bahkan bisa menyebabkan depresi.
Wah untuk itu kita harus berhati-hati lagi jangan sampai kecanduan. Ditambah lagi algoritma saat ini sangat diatur untuk selalu memberikan konten yang di inginkan. Otak akan selalu mencari hal-hal yang cepat dan mudah. Kemampuan otak untuk berubah , beradaptasi, membentuk ulang jalur saraf baru berdasarkan dari pengalaman dan kebiasaan yang dilakukan secara konsisten.
Kira-kira kebiasaan apa sih yang bisa dilakukan untuk membantu mengurangi brainrot dan memperbaiki kinerja otak , berikut kebiasaan yang bisa dilakukan :
1. Membatasi screen time
batasi nonton (sumber gambar Alodokter)Dengan membaca buku otak kita akan dilatih untuk terbiasa bertahan dalam satu aktivitas , memproses informasi secara perlahan dan mendalam ini akan melatih 2 sistem dari otak
3. Rutin Olahraga
Lagi olahraga (sumber FWD insurance)
Aktivitas yang satu ini kerap kali disepelekan padahal manfaat nya sering kali dirasakan otak meningkatkan neuroplasticity yang membuat belajar jadi lebih cepat, fokus lebih lama, berfikir jadi lebih tajam juga membuat lingkaran manfaat yang positif seperti istirahat yang cukup – mental & emosi yang stabil – keputusan yang bijak – semangat jalani hari – produktif & kerjaan selesai – isi rekening makin cuan siklus yang berulang- ulang.
Jadi dari pembahasan tadi ternyata brainrot itu nyata terjadi bukan hanya sekedar lelucon ataupun istilah internet aja. Ini adalah kondisi serius yang bisa mengganggu cara kerja otak mulai dari fokus, memori, hingga kondisi mental. Pemicunya dari hal yang terlihat sepele seperti kebiasaan menonton konten pendek ,waktu screen time yang berlebihan. Itulah kenapa semua kinerja otak sangat dipengaruhi kebiasaan yang sering dilakukan secara berulang-ulang, tapi kita bisa mengubahnya dimulai dengan langkah-langkah sederhana kurangi screen time, melatih deep work, baca buku , rutin olahraga, memilih konten.




Tidak ada komentar:
Posting Komentar